BERANDA

Balai Penelitian Teknologi Mineral - LIPIBalai Penelitian Teknologi Mineral

Menjadi Pusat Unggulan IPTEK Pengolahan dan Pemurnian Mineral

Balai Penelitian Teknologi Mineral – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (BPTM-LIPI) adalah Unit Pelaksana Teknis di bidang teknologi mineral, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Berawal dari kegiatan penelitian Lembaga Metalurgi Nasional di Bandung, mengenai pengolahan bijih besi menjadi pig iron, dibangunlah pilot plant tanur tiup (blast furnace) untuk pengolahan bijh besi menjadi pig iron dengan kapasitas 25 ton/hari di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung menggunakan dana Bantuan Presiden (BANPRES) pada tahun 1983. Pilot plant ini diresmikan oleh Presiden RI Ke-2 yaitu Bapak H.M. Soeharto pada tahun tersebut yang juga dihadiri dan disaksikan oleh beberapa menteri Kabinet Pembangunan IV yang salah satunya adalah Menteri Riset dan Teknologi, Bapak Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie.

Sejak tahun 1987, dibentuklah UPT. Balai Percontohan Pengolahan Bijih Besi Lampung (UPT. BPPBBL) tepatnya pada 17 Januari 1987 melalui Surat Keputusan Ketua LIPI Nomor 23/Kep/D.5/87 tentang organisasi dan tata kerja LIPI. UPT. BPPBBL memiliki kegiatan pengolahan bijih besi menjadi pig iron. Sampai dengan tahun 1996, kegiatan pabrik percontohan tersebut memberikan manfaat yang sangat besar, baik di wilayah Lampung maupun nasional, salah satunya adalah penguasaan teknologi pengolahan bijh besi menjadi pig iron menggunakan blast furnace hasil karya para peneliti LIPI yang dapat dikembangkan sebagai dasar untuk industri besi-baja skala nasional. Pada akhir tahun 1996 pabrik tersebut tidak beroperasi lagi karena  kesulitan bahan baku berupa arang kayu yang merupakan salah satu dampak dari krisis ekonomi moneter di Indonesia pada saat itu. Untuk memperbaiki manajemen dan memperluas cakupan kegiatan tidak hanya dalam hal pengolahan bijih besi, pada tahun 2001 dilakukan reorganisasi satuan kerja melalui Keputusan Kepala LIPI Nomor 1023/M/2002 tanggal 12 Juni 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengolahan Mineral Lampung-LIPI yang mengubah UPT. BPPBBL menjadi UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung (UPT. BPML-LIPI) yang memiliki tugas dan fungsi untuk mengolah sumber daya mineral baik logam maupun bukan logam.

Berbagai kegiatan penelitian dalam bidang pengolahan mineral semakin berkembang dan bervariasi tidak hanya mengolah bijih besi tetapi juga mineral lain baik logam maupun non logam diantaranya adalah bijih nikel laterit, bijih mangan, bijih emas, bijih chromite, pasir besi, feldspar, batuan basalt dll. Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan kinerja Balai Penelitian Teknologi Mineral – LIPI dan untuk mengoptimalkan penelitian teknologi mineral serta berdasarkan surat persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/879/M-PAN-RB/02/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), perlu ditetapkan kembali Peraturan Kepala LIPI tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Teknologi Mineral yang dituangkan dalam Peraturan Kepala LIPI No. 7 Tahun 2016, tangga 24 Februari 2016. Berdasarkan Peraturan Kepala LIPI tersebut, UPT. BPML – LIPI kembali berganti nama menjadi Balai Penelitian Teknologi Mineral (BPTM-LIPI).

Indonesia dikenal sebagai negeri gemah ripah loh jinawi. Kekayaan alamnya melimpah, salah satunya adalah sumber daya mineral. Indonesia adalah negara yang kaya dengan potensi sumber daya alam, baik yang terbarukan (hasil bumi) maupun yang tidak terbarukan (hasil tambang dan mineral). Sampai tahun 2010, Indonesia masih menjadi salah satu produsen besar di dunia untuk berbagai komoditas sumber daya mineral, antara lain timah (produsen terbesar kedua di dunia), nikel (cadangan terbesar keempat di dunia), emas (cadangan terbesar keenam di dunia) dan bauksit (cadangan terbesar ketujuh di dunia) serta komoditas unggulan lainnya seperti besi baja, dan tembaga. Indonesia juga memiliki cadangan energi yang sangat besar seperti misalnya batubara, panas bumi, gas alam, dan air yang sebagian besar dimanfaatkan untuk mendukung industri. Balai Penelitian Teknologi Mineral – LIPI memiliki visi jangka panjang yaitu “Menjadi Pusat Unggulan dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Mineral di Indonesia”. Dengan visi ini, BPTM-LIPI akan berupaya menjadi center of excellence dari teknologi mineral skala nasional sehingga dapat berkontribusi besar bagi pembangunan nasional khususnya dalam hal pemanfaatan sumber daya mineral Indonesia yang sangat berlimpah dan beraneka ragam.

Share This: