Indonesia Science Expo Jadi Sarana Penting Membumikan Sains

0
65

Selama lima kali penyelenggaraan ISE menjadi salah satu sarana penting untuk membumikan sains dan hasil-hasil riset para peneliti maupun inovator yang ada di Indonesia dan negara-negara lain,” terang Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko dalam pembukaan ISE 2019 di Serpong, Banten pada Rabu (23/10).

Handoko mengungkapkan, penyelenggaraan ISE diharapkan menjadikan masyarakat memahami betapa pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan tercipta science-based society. “Hal ini penting mengingat dalam pidato pelantikan presiden tanggal 20 Oktober 2019 lalu, Presiden Joko Widodo menyampaikan lima hal penting yang menjadi fokus pemerintahan 2019-2024, di mana dua dari fokus utama yang disampaikan sangat berkaitan erat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi” ujar Handoko.

Dirinya menjelaskan, sejalan dengan tema ISE tahun ini yaitu “Today and Beyond” LIPI mendorong anak bangsa untuk terus menghasilkan karya iptek yang dapat bermanfaat bagi pemecahan masalah di masyarakat. “LIPI juga siap menjadi infrastruktur riset baik fasilitas maupun sumber daya penelitinya,” jelasnya. Handoko menerangkan, LIPI tengah mengundang peneliti-peneliti Indonesia yang berdiaspora untuk pulang membangun Indonesia. “Kami tidak ingin lagi mendengar diaspora yang puang jadi terlunta-lunta, oleh karena itu kami siapkan fasilitas untuk mengembangkan risetnya.”

Perhelatan ISE tahun ini menghadirkan lebih dari 300 booth dalam rangkaian eksibisi yang diikuti oleh para inovator muda pada level nasional maupun internasional, industri dalam dan luar negeri, kementerian/lembaga, perguruan tinggi, dan perusahan rintisan binaan LIPI. “Di level nasional ada ratusan karya para peserta Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI ke-51 dan National Young Inventor ke-12. Kita akan pilih mereka yang terbaik dari yang terbaik untuk dikirim ke Amerika Serikat di ajang Intel ISEF dan pemenang NYIA ke Rusia tahun depan,” ujar Handoko.

Selain itu selama kurun waktu empat hari akan diselenggarakan sepuluh konferensi internasional, temu bisnis peneliti dengan industri, serta beragam acara pendukung seperti science show, science movie, dan talkshow.

ISE tahun ini juga bertepatan dengan momentum Indonesia menjadi tuan rumah International Exhibition for Young Inventors untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya pada tahun 2007 di Yogyakarta dan tahun 2014 di Jakarta. Untuk tahun ini, IEYI diikuti 150 proyek penelitian dari 11 partisipan internasional yakni Indonesia, Jepang, Macau, Malaysia, Philipina, Rusia, Singapura Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam.

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Please enter your name here