BPTM menjadi salah satu Tim Perumus Program Strategis Mineral dan Batubara Tahun 2020-2030

0
739

Telah dilakukan Kunjungan lapangan dan FGD dalam rangka penyusunan Program Strategis Mineral dan Batubara Tahun 2020-2030 ke PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PT. PKN) dan PT. Megah Energi Khatulistiwa (MEK) Kalimantan Utara pada tanggal 6-8 November 2019. Merupakan agenda FGD ke 22 dari rangkaian kegiatan dalam penyusunan Program Strategis Mineral dan Batu Bara Tahun 2020-2030.

Kegiatan kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Penyiapan Program Batubara, dan dihadiri oleh perwakilan anggota Tim Perumus Program Strategis Mineral dan Batubara Tahun 2020-2030 (Internal Ditjen Minerba, LIPI dan ITB), Dinas ESDM Provinsi Kaltara, Direktur Umum dan Pengembangan Bisnis, Pjs. Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. PKN beserta staf, Penanggung Jawab Teknik dan Lingkungan (PTL) PT. MEK beserta staf, serta HSE Manager PT. SAS beserta staf.
Kunjungan lapangan dilakukan untuk mengetahui progress dan rencana pengembangan peningkatan nilai tambah batubara yang dilakukan PT. PKN bersama dengan PT.MEK ke lokasi Pabrik Semi Kokas (Semi Coke Plant) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Gas (PLTUG) milik PT. MEK dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT. Sumber Alam Sekurau (PT. SAS) serta Lokasi Penambangan dan Pelabuhan Batubara milik PT. PKN.

PT. PKN merupakan perusahaan PKP2B Generasi III yang berada dibawah induk perusahaan PT. Energi Nusa Mandiri (PT. ENM) memiliki luas wilayah sebesar 21.875 Ha yang melakukan kegiatan di 4 lokasi penambangan (Pit) yaitu Blok Sekayan dengan kalori 3.100 kCal/kg status produksi, Blok Kelubir dengan kalori 3.400 kCal/kg status produksi, Blok Rangau dengan kalori 2.600 kCal/kg status eksplorasi dan Blok Ardimulyo dengan kalori 5.000 kCal/kg status eksplorasi. Karena mempunyai kalori yang yang rendah sehingga untuk peningkatan nilai tambah batubara maka PT PKN bekerjasama dengan PT. MEK saat ini sedang membangun Pabrik Semi Kokas dan direncanakan beroperasi secara penuh pada Semester II Tahun 2020 dengan produksi semi kokas 300.000-350.000 ton dan meningkat menjadi 600.000 ton mulai Tahun 2021. Saat ini sedang dilakukan uji coba vertical carbonization no. 3 dan 4 dari 6 tungku/furnace yang ada. Batubara yang digunakan untuk uji coba tersebut adalah batubara impor dengan kalori 6.415 kCal/kg.

Pabrik semi kokas ini akan menghasilkan batubara Semi Kokas (Semi Coke) sebesar 600.000 ton/tahun, Tar Batubara (Coal Tar) sebesar 50.000 ton/tahun dan Gas Kokas (Coke Gas) untuk keperluan PLTUG dengan kapasitas 30 MW. Tar yang berasal dari proses pembuatan batubara semi kokas akan diolah lebih lanjut menjadi Marine Fuel Oil (MFO) dan Aspal. Untuk melengkapi fasilitas infrastruktur Pabrik Semi Kokas sesuai dengan rencana, PT MEK masih perlu membangun fasilitas rotary dryer kiln, briquetting plant, dan tambahan 3 unit vertical retort carbonizer.

Fasilitas rotary dryer kiln dan briquetting plant diperlukan untuk meningkatkan kualitas batubara dari PT. PKN (Coal Upgrading). Selain pembangunan Pabrik Semi Kokas, PT. PKN bekerja sama dengan PT. SAS mengoperasikan PLTU Batubara dengan kapasitas 7,5 MW yang digunakan untuk internal sebesar 1,5 MW dan sisanya bekerjasama dengan PT. PLN. Rencana pascatambang PT. PKN akan menyesuaikan dengan Rencana Penutupan Tambang (RPT) berupa area revegetasi dengan tanaman produktif, infrastruktur dan void sebagai sumber air/embung.

#BPTM_LIPI
#TeknologiPengolahandanPemurnianMineral
#ESDM_Renstra

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Please enter your name here