KELOMPOK PENELITIAN LOGAM

Share This:

Kelompok Penelitian Teknologi Pengolahan Mineral Logam mempunyai tugas melaksanakan penelitian tentang teknologi pengolahan mineral logam dengan berbagai metode di antara proses benefisiasi logam, metode pirometalurgi, metode hidrometalurgi, metode elektrometalurgi, metode biometalurgi, serta sintesis material lanjut dari mineral logam dari Indonesia untuk kebutuhan industri dan peradaban dunia.

Mineral logam adalah mineral yang mengandung unsur logam atau agregatnya. Mineral logam yang terdapat di Indonesia dapat dibagi menjadi 5 (lima) jenis yaitu (1) Logam Dasar (base metal) yang biasa disebut sebagai logam aktif. Logam dasar yang terdapat di Indonesia adalah air raksa (Hg), tembaga (Cu), seng (Zn), timah (Sn), dan timbal (Pb); (2) Logam Mulia, yaitu logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi. Logam mulia yang terdapat di Indonesia adalah emas dan emas placer (Au), perak (Ag),  dan platina (Pt) serta platinum group metals (PGM); (3) Logam Besi dan Paduan Besi yaitu logam yang umum digunakan dalam industri besi dan paduannya. Logam besi dan paduan besi yang terdapat di Indonesia yaitu bijih besi (Fe), pasir besi (titanomagnetite/Fe-Ti), besi laterite (Fe-Ni), kobalt (Co), krom (Cr), krom placer (Cr), mangan (Mn), molibdenum (Mo), nikel (Ni); (4) Logam radioaktif yaitu logam yang biasa digunakan sebagai sumber radiasi dan energi nuklir. Indonesia memiliki jenis logam radioaktif berupa uranium (U), thorium (Th), dan radium (Ra); (5) Logam ringan dan logam tanah jarang yang terdiri dari alumunium (Al), natrium (Na), titanium (Ti), magnesium (Mg), serta mineral monasit yang mengandung logam tanah jarang (15 unsur lantanida ditambah scandium dan yttrium). Selain jenis-jenis mineral logam di atas, Indonesia juga kaya akan sumber daya silicon yang merupakan jenis mineral metaloid yang bersifat baik logam maupun nonlogam.

Kelompok Penelitian Teknologi Pengolahan Mineral Logam di BPTM-LIPI telah dan sedang melakukan berbagai penelitian di bidang teknologi pengolahan mineral logam di antaranya (a) pengolahan bijih besi menjadi pig iron menggunakan blast furnace, tungku kupola dan rotary kiln, (b) pengolahan bijih mangan dari berbagai wilayah di Indonesia menjadi ferromangan menggunakan submerged electric arc furnace (SAF), (c) pengolahan bijih  mangan dengan metode hidrometalurgi, (d) pembuatan nickel pig iron dari bijih nikel laterit menggunakan SAF dan tungku kupola, (e) ekstraksi nikel dari bijih nikel laterit dengan metode hidrometalurgi, (f) pembuatan berbagai jenis besi-baja paduan yang unggul menggunakan induction furnace dan proses heat treatment, (g) pembuatan ferrochrome dari sand chromite, (h) pengolahan pasir besi dengan metode pirometalurgi, (i) ekstraksi titanium dari bijih ilmenite dengan SAF serta (j) ekstraksi emas dari bijih emas dengan metode yang ramah lingkungan.

Sebagian besar peralatan yang digunakan dalam kegiatan penelitian tersebut merupakan hasil rancang bangun dari para peneliti yang ada. Beberapa paten telah dihasilkan dari hasil kegiatan penelitian di Kelompok Penelitian ini yaitu (1) .

Road map dari rencana strategis (2015 – 2019) kegiatan Kelompok Penelitian Teknologi Pengolahan Mineral Logam dapat dilihat pada gambar berikut.

 image001

Peneliti yang tergabung dalam Kelompok Penelitian ini terdiri dari:

  1. Fajar Nurjaman, S.T., M.T. (Koordinator Kelompok Penelitian)
  2. Suharto, M.T.
  3. M. Yunus, MTA
  4. Eng. Widi Astuti
  5. Slamet Sumardi, S.Si., M.T.
  6. Erik Prasetyo, Ph.D.
  7. Yayat Iman Supriyatna, S.T., M.T.
  8. Fika Rofiek Mufakhir, S.T.
  9. Achmad Shofi, S.T.
  10. Anton Sapto Handoko, S.T.
  11. Agus Junaedi, S.Si.
  12. Fathan Bahfie, S.T.
  13. Sudibyo, M.Sc.
  14. Ulin Herlina, S.T.