KELOMPOK PENELITIAN NON LOGAM

Share This:

Kelompok Penelitian Teknologi Pengolahan Mineral Non Logam mempunyai tugas melaksanakan penelitian tentang teknologi pengolahan mineral non logam dengan berbagai metode untuk memenuhi kebutuhan industri dan peradaban dunia.

Mineral non logam adalah kelompok komoditas mineral yang tidak termasuk mineral logam, batubara maupun mineral energi lainnya. Mineral non logam biasa disebut sebagai bahan galian non logam. Bahan galian non logam mudah dicari dan pengusahaannya tidak membutuhkan modal yang besar, teknologi yang sederhana, dan waktu yang lebih singkat untuk eksplorasi, sehingga sangat cocok untuk mendorong perekonomian rakyat. Mineral non logam di Indonesia dapat dibagi menjadi 4 (empat) jenis yaitu (1) Bahan Galian Industri yang terdiri dari asbes, barit, batu gamping, belerang, bentonit, diatomea, dolomite, fosfat, gypsum, kalsit, mika, oker, talk, yodium, zeolit. Bahan galian industri ini banyak dipakai di industri pupuk, kertas, plastik, cat, peternakan, pertanian, kosmetika, farmasi dan kimia; (2) Bahan Keramik yang terdiri dari ball clay, feldspar, kaolin, kuarsit, lempung, magnesit, pasir kuarsa, perlit, pirofilit, toseki, dan trakhit. Mineral non logam ini banyak dipakai dalam industri keramik, refraktori, gerabah, dan gelas; (3) Bahan Bangunan yang terdiri dari andesit, basalt, batu apung, diorit, granit, marmer, obsidian, onix, pasir, sirtu, dan tras. Bahan galian ini banyak dipakai dalam industry bangunan/konstruksi dan ornament; (4) Batu Mulia dan Batu Hias yang terdiri dari amethyst, andalusit, batu hias, batu belah,batu sabak, dasit, gabro, intan, kalsedon, opal, rijang, serpentin, tanah urug, traventin, ultrabasa, granodiorit, dan jasper. Batuan ini banyak digunakan dalam industri perhiasan dan kerajinan.

Kelompok Penelitian Teknologi Pengolahan Mineral Non Logam di BPTM-LIPI telah dan sedang melakukan berbagai penelitian di bidang teknologi pengolahan mineral non logam di antaranya (a) pemanfaatan mineral zeolit sebagai adsorben, (b) pemanfaatan mineral bentonit sebagai bahan bleaching, (c) pemanfaatan mineral perlit sebagai bahan konstruksi, (d) pembuatan silica gel dari batuan perlit, (e) pemanfaatan kaolin sebagai bahan baku keramik, (f) pemanfaatan batuan feldspar untuk pembuatan refraktori tahan api dan gerabah, serta (g) pengolahan batuan basalt sebagai bahan baku berbagai material maju. Kegiatan yang terakhir yaitu pengolahan batuan basalt sebagai bahan baku berbagai material maju merupakan kegiatan unggulan dari kelompok penelitian ini sesuai dengan road map dari rencana strategis kegiatan Kelompok Penelitian Teknologi Pengolahan Mineral Non Logam yang dapat dilihat pada gambar berikut.

image001

Peneliti yang tergabung dalam Kelompok Penelitian ini terdiri dari:

  1. Kusno Isnugroho, S.T. (Koordinator Kelompok Penelitian)
  2. David Candra Birawidha, S.T.
  3. Muhammad Amin, S.T.
  4. Yusup Hendronursito, S.T.
  5. Bramantyo Bayu Aji, M.Sc.