LAB PIROMETALURGI

Kelompok penelitian (keltian) Pirometalurgi memiliki tugas melakukan penelitian untuk meningkatkan nilai tambah batuan mineral logam lokal melalui proses pirometalurgi, yaitu suatu metode pengolahan mineral logam dengan melibatkan proses pemanasan pada temperatur tinggi. Ruang lingkup pirometalurgi meliputi proses pemanggangan/roasting*), reduksi**) dan peleburan/smelting***).

Teknologi pengolahan bijih besi menjadi logam besi kasar (pig iron) dengan menggunakan teknik pirometalurgi telah dikuasai oleh BPTM-LIPI sejak Tahun 1983. Proses peleburan bijih besi dilakukan  menggunakan Blast Furnace dengan kapasitas 25 ton/hari dengan menggunakan bahan bakar dan reduktan arang kayu.

Penelitian terkait pengolahan bijih laterit menjadi logam Nickel Pig Iron (NPI) telah dilakukan sejak Tahun 2012. Proses peleburan bijih nikel laterit dilakukan dengan menggunakan tungku berinvestasi rendah, yaitu Hot Blast Cupola Furnace. Saat ini telah dikembangkan pilot plant peleburan bijih nikel laterit dengan kapasitas produksi hingga 3 ton NPI/hari.

Teknologi pembuatan logam paduan (ferroalloys) menggunakan submerged arc furnace telah dikuasai oleh BPTM-LIPI. Pembuatan logam ferromangan dan ferrochrome dari bijih mangan dan pasir khrom lokal telah dilakukan. Saat ini telah dikembangkan submerged arc furnace tipe 1 fasa dan 3 fasa dengan kapasitas 10-100 Kg-ore/heat.

Keterbatasan dan ketersediaan energi (tidak terbarukan) serta pencemaran lingkungan  menjadi isu penting dalam proses pengolahan mineral yang membutuhkan energi dalam jumlah besar. Selain itu, terbatasnya ketersediaan batuan mineral dengan kandungan logam tinggi (high-grade ore)  menyebabkan beberapa industri logam menggunakan batuan mineral berkadar rendah (low-grade ore) sehingga mengakibatkan meningkatnya biaya produksi. Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi dasar bagi keltian pirometalurgi BPTM-LIPI dalam melakukan penelitian pengolahan mineral saat ini. Pemanfaatan reduktan dan bahan bakar terbarukan, optimasi proses pengolahan pirometalurgi dengan temperatur rendah (konsumsi energi yang rendah),  serta pemanfaatan dan peningkatan nilai ekonomis low-grade ore menjadi fokus riset penelitian di keltian pirometalurgi saat ini. Berikut adalah road map kegiatan penelitian di keltian pirometalurgi untuk Tahun 2020-2024.

*)Pemanggangan atau roasting dilakukan untuk mengoksidasi senyawa logam oksida, dengan cara memanaskan batuan mineral pada temperatur tinggi (dibawah temperatur lebur) di lingkungan yang kaya akan kandungan oksigen.
**)Reduksi merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mereduksi senyawa logam oksida menggunakan reduktan (gas atau padat) pada temperatur tinggi (dibawah temperatur lebur).
***)Peleburan/smelting merupakan suatu proses pengolahan mineral dengan menggunakan temperatur di atas titik lebur (dengan melibatkan reduktan) sehingga mengubah senyawa logam oksida (fasa padat) menjadi logam/logam paduan (fasa cair).

 
PERALATAN :
  1. Arc Furnace 3 fase
  2. Hot Blast Cupola
  3. Induction Furnace